Cerita Dongeng Rapunzel Gadis Berambut Panjang Asli Brothers Grimm

Cerita Dongeng Rapunzel Gadis Berambut Panjang Asli Brothers Grimm

February 4, 2021 0 By sendaru12

Cerita Dongeng Rapunzel Gadis Berambut Panjang Asli Brothers Grimm – Pada zaman dahulu, hidup sepasang suami istri. Mereka amat mengidamkan kehadiran seorang anak. Sang istri gemar duduk di dekat jendela sambil menyaksikan ke taman. Dia senang menyaksikan bunga lampion yang amat indah di taman itu.

Cerita Dongeng Rapunzel Gadis Berambut Panjang Asli Brothers Grimm

cerita-dongeng-rapunzel-gadis-berambut-panjang-asli-brothers-grimm

nishimura-seitai – Tiba-tiba, sang istri jatuh sakit. Makin hari, wajahnya tambah memucat. Sang suami jadi kebingungan, apa yang sebetulnya berjalan bersama dengan istrinya itu.

Sang suami bertanya, “Wahai istriku sayang, jikalau apa yang bisa membuatmu sembuh?”

“Andai saya bisa meraih bunga lampion yang terkandung di hamparan kebun itu,” jawab sang istri bersama dengan sedih.

Karena kecintaannya terhadap sang istri, sang suami menuruti kemauan istrinya. Setiap malam, dia memanjat ke dinding taman untuk memetik bunga lampion itu. Setelah mendapatkannya, ia mengimbuhkan bunga itu kepada istrinya.

Suatu malam, sementara sang suami hendak menyita bunga lampion layaknya biasanya, tiba-tiba nampak seorang penyihir.

“Berani sekali anda menyita lampion-lampion milikku tanpa seizinku!” gertak si penyihir bersama dengan keras, menyebabkan sang suami takut.

“Maafkan aku, saya menyita bunga lampion ini untuk istriku,” ucap sang suami bersama dengan gugup.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Judi Bola Live99

Penyihir terdiam sejenak, sesudah itu berkata, “Kau boleh menyita bunga lampion ini tiga kali lipat berasal dari yang kau bawa malam ini. Tapi, bersama dengan syarat, anak yang dilahirkan istrimu perlu diberikan kepadaku.” Dengan ketakutan, sang suami terpaksa menyetujui syarat-syarat si penyihir.

Tak lama kemudian, sang istri hamil. Setelah sebagian bulan mengandung, lahirlah bayinya. Bayi cantik tersebut diberi nama Rapunzel.Namun, kebahagiaan sang suami dan sang istri saat itu juga lenyap dikala berkunjung si penyihir pemilik bunga lampion. Tanpa menunggu sementara lama, si penyihir langsung mempunyai Rapunzel. Sang suami dan sang istri terpaksa melepas kepergian Rapunzel bersama dengan sedih.

Rapunzel tumbuh jadi gadis yang amat cantik. Sayangnya, dia dikurung oleh si penyihir di menara yang amat tinggi yang terletak di hutan. Menara itu tidak punyai tangga ataupun pintu, cuma tersedia jendela yang amat kecil di sana.

Ketika si penyihir hendak naik ke menara, dia bakal berdiri di bawah menara dan berseru, “Rapunzel! Rapunzel! Cepat ulurkan rambutmu ke bawah untukku!”

Panggilan itu sudah tidak asing kembali bagi Rapunzel. Dia hafal apa yang perlu ditakukannya. Dengan segera, Rapunzel melepas rambutnya terurai sampai ke bawah. Ya, rambutnya amat panjang dan digunakan si penyihir untuk naik ke atas.

Setiap hari, Rapunzel menggunakan sementara bersama dengan menyanyi. Sudah bertahun-tahun ia tinggal di menara. Dia menjadi kesepian dan mengidamkan nampak berasal dari menara itu.

Suatu ketika, tersedia seorang pangeran yang menyusuri hutan bersama dengan menunggangi kuda. Saat itu, Rapunzel sedang bernyanyi berasal dari menaranya. Suara Rapunzel yang merdu menyebabkan Pangeran jadi penasaran.

Pangeran pun menelusuri asal suara. Sampailah ia di menara area tinggal Rapunzel. Ketika menyaksikan penyihir berasal dari kejauhan, Pangeran langsung bersembunyi di belakang pohon. Diam-diam, ia mengamati si penyihir yang sedang memanggil Rapunzel. Tahulah Pangeran bahwa Rapunzel tetap mengulurkan rambutnya ke bawah sementara penyihir memanggilnya.

Keesokan harinya, Pangeran jalankan perihal yang sama. Ia memanggil Rapunzel berasal dari bawah supaya Rapunzel berkenan mengulurkan rambut indahnya.

Awalnya. Rapunzel kegelisahan bersama dengan kehadiran Pangeran. Tapi, gara-gara Pangeran punya niat baik dan berkata bersama dengan amat ramah, kegelisahan Rapunzel hilang.

Setiap malam, Pangeran menemui Rapunzel, gara-gara si penyihir berkunjung di siang hari. Suatu ketika, Pangeran mengutarakan niatnya kepada Rapunzel. Olala, ia mengidamkan Rapunzel jadi istrinya.

Rapunzel lantas bergumam, “Pangeran tampan ini bakal menyayangiku melebihi ibu angkatku.”

Rapunzel pun menyetujui permohonan Pangeran. Dia berkata, “Aku bakal pergi bersamamu, Pangeran. Tapi, saya tak memahami langkah turun berasal dari menara ini.”

Rapunzel dan Pangeran berpikir memadai lama. Tiba-tiba, Rapunzel mempunyai ide. Ia meminta Pangeran mempunyai gulungan sutra untuk ditenunnya. Hasil tenunan tersebut bisa dijadikan tali untuk Rapunzel turun.

Suatu hari, tak sengaja Rapunzel berkata kepada si penyihir, “Bunda, mengapa engkau Iebih berat daripada Pangeran?”

Tentu perihal itu menyebabkan si penyihir marah. Ia langsung mempunyai Rapunzel ke sebuah gurun. Di sana, tanpa belas kasih, ia memotong rambut indah Rapunzel.

Malam harinya, Pangeran berkunjung menemui Rapunzel. Tapi, betapa terkejutnya Pangeran dikala yang ditemuinya bukan orang yang dia cintai, melainkan penyihir jahat.

“Hahaha! Kau tak bakal dulu kembali bersua bersama dengan gadis bersuara indah itu. Aku bakal membuatmu tidak bisa menyaksikan dunia, supaya kau tetap tak bisa menyaksikan Rapunzel!” seru si penyihir.

Dengan hati yang amat sedih, Pangeran pergi meninggalkan menara. Sayangnya, sementara Pangeran turun, tak sengaja matanya tertusuk oleh duri. Benarlah kutukan si penyihir, Pangeran tidak bisa menyaksikan lagi.

Bertahun-tahun Pangeran cuma bisa meratapi kesendiriannya. Ia berjalan tak pasti arah dan kebingungan.

Tibalah Pangeran di sebuah gurun pasir. Tiba-tiba, Pangeran mendengar nada yang tidak asing. Rupanya, gurun pasir itu adalah area di mana Rapunzel ditinggalkan penyihir jahat.

Rapunzel yang menyaksikan sosok pangeran yang dicintainya, langsung beranjak menemui Pangeran. Dia memeluk Pangeran bersama dengan penuh kasih sayang. Tak terasa, air mata Rapunzel menetes menyentuh Pangeran.

Olala, bersama dengan air mata Rapunzel, Pangeran bisa menyaksikan kembali. Mata Pangeran pulih layaknya sedia kala. Pangeran pun langsung mempunyai Rapunzel ke kerajaannya. Mereka lantas menikah dan akhirnya hidup bahagia.