Si Pembunuh Monster (Cerita Rakyat Jerman – Dongeng Brothers Grimm)

Si Pembunuh Monster (Cerita Rakyat Jerman – Dongeng Brothers Grimm)

January 13, 2021 0 By sendaru12

Si Pembunuh Monster (Cerita Rakyat Jerman – Dongeng Brothers Grimm) – Pada zaman dahulu hiduplah seorang laki-laki dan istrinya yang terlampau miskin.

Pria itu melacak nafkah bersama dengan memicu mangkuk dan piring kayu untuk dijual dipasar.

Dia bekerja merasa pagi-pagi dan pulang ke tempat tinggal larut malam, tapi mangkuk dan piring kayu terlampau murah sehingga dia nyaris tidak mampu menghidupi keluarganya tidak peduli seberapa keras dia bekerja.

Pria dan istrinya adalah orang tua berasal dari tiga putri yang cantik.

Mereka semua terlampau cantik, dan pria dan juga istrinya kerap meratapi kenyataan bahwa mereka tidak miliki lumayan uang untuk edukatif puteri-puterinya dan berikan mereka pakaian yang layak.

Si Pembunuh Monster (Cerita Rakyat Jerman – Dongeng Brothers Grimm)

si-pembunuh-monster-cerita-rakyat-jerman-dongeng-brothers-grimm

nishimura-seitai.com – Suatu hari, melalui di depan pintu tempat tinggal orang malang itu, seorang pemuda tampan menunggangi kuda yang gagah.

Pemuda itu menghendaki untuk belanja tidak benar satu putri orang miskin itu.

Ayahnya terlampau terperanjat atas keinginan ini. “Saya mungkin miskin,” katanya, “tetapi saya tidak terlampau miskin sehingga saya harus menjajakan anak-anak saya.”

Namun, pemuda itu mengancam bakal membunuhnya kalau dia menampik untuk melakukan perintahnya; jadi akhirnya, bersama dengan berat hati, sang bapak setuju untuk berpisah bersama dengan putri sulungnya.

Dia menerima sejumlah besar uang sebagai imbalan.

Sang bapak sekarang adalah orang kaya dan tidak idamkan ulang memicu mangkuk dan piring. Namun, istrinya mendesaknya untuk tetap melanjutkan pekerjaannya sebelumnya. Karena itu, dia melanjutkan pekerjaannya.

Keesokan harinya, singgah ke pintunya seorang pemuda lain, bahkan lebih tampan berasal dari yang sebelumnya, menunggangi kuda yang lebih bagus.

Pemuda ini memicu keinginan yang mirip layaknya yang ditunaikan yang lain.

Dia idamkan belanja tidak benar satu putrinya.

Sang bapak menangis dan menceritakan semua perihal mengerikan sehari sebelumnya.

Namun pria muda itu, tidak membuktikan belas kasihan dan terus menuntut tidak benar satu putrinya. Dia memicu ancaman yang menakutkan kalau pria itu tidak menuruti permintaannya, dan pria pembuat mangkuk jadi terlampau ketakutan sehingga dia pada akhirnya berpisah bersama dengan putri keduanya.

Pemuda pertama udah membayar sejumlah besar uang, tapi Pemuda ke-2 memberinya lebih banyak lagi.

Meskipun dia sekarang terlampau kaya, sip ria pembuat mangkuk tetap terus memicu mangkuk dan piring untuk menyenangkan istrinya.

Keesokan harinya kala dia sedang bekerja, pemuda paling tampan yang dulu dia memandang nampak di atas kuda yang paling indah.

Pemuda ini idamkan belanja putri ketiga.

Ayah yang malang itu harus menyerah mirip layaknya sebelumnya, meskipun nyaris menghancurkan hatinya untuk berpisah bersama dengan anak hanya satu yang tersisa.

Harga yang dibayar pemuda itu begitu besar sehingga keluarganya sekarang jadi yang paling kaya.

Tidak berapa setelah perihal itu, istri pembuat mangkuk hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.

Mereka membesarkan anak itu bersama dengan terlampau mewah.

Suatu hari kala anak itu tetap di sekolah dia bertengkar bersama dengan tidak benar satu teman bermainnya.

Temannya mengejeknya. “Ah, ha! Kamu pikir bapak Kamu tetap kaya, bukan? Dia orang kaya sekarang, itu benar, tapi itu gara-gara dia menjajakan ketiga saudara perempuanmu. “

Kata-kata itu memicu anak itu sedih, tapi dia tidak mengatakan apa-apa tentang persoalan itu di rumah.

Dia menyembunyikannya dalam pikirannya sampai dia dewasa. Kemudian dia pergi ke bapak dan ibunya dan menghendaki sehingga mereka menceritakan sepenuhnya tentang perihal itu.

Orangtuanya berikan mengerti pemuda itu semua kisah tentang pengalaman aneh yang mereka lalui sementara memperoleh kekayaan.

“Saya sekarang udah dewasa,” kata putranya. “Saya merasa adalah bahwa saya harus pergi ke semua dunia untuk melacak saudara perempuan saya. Mungkin saya mampu mendapatkan mereka dan menunjang mereka. Beri saya restumu dan biarkan saya pergi. “

Ayah dan ibunya memberinya restu, dan pemuda itu merasa melakukan pencarian ke semua dunia.

Pada suatu hari dia singgah ke sebuah tempat tinggal di mana ada tiga bersaudara yang bertengkar gara-gara sepatu bot, topi, dan kunci.

“Apa masalahnya?” bertanya pemuda itu. “Kenapa kalian berkelahi hanya gara-gara itu?”

Ketiga saudara itu menjawab bahwa ketiga bend aitu merupakan barang ajaib. Jika seseorang bicara kepada sepatu bot itu, “O Sepatu bot, taruh saya di suatu tempat,” sepatu bot itu bakal segera membawanya ke mana pun dia idamkan pergi.

Jika seseorang bicara kepada topi, “Topi, sembunyikan aku,” segera topi itu bakal menyembunyikannya sehingga dia tidak mampu dilihat.

Sedangkan kuncinya mampu membuka pintu mana pun di semua dunia.

Si Pembunuh Monster (Cerita Rakyat Jerman – Dongeng Brothers Grimm)

Pemuda itu segera idamkan miliki barang-barang ini, dan dia menawarkan begitu banyak uang untuk mereka sehingga pada akhirnya ketiga bersaudara itu menentukan untuk mengakhiri pertengkaran mereka bersama dengan menjajakan sepatu bot, topi, dan kunci dan juga membagi uang kepada si Pemuda.

Pemuda itu memasukkan ketiga bang ajaib itu ke dalam tas pelana dan melanjutkan perjalanannya.

Begitu dia tidak nampak ulang berasal dari rumah, dia bicara kepada sepatu bot, judibolalive99 “Sepatiu boot, bawa saya ke tempat tinggal kakak perempuan tertua saya.”

Dengan segera pemuda itu mendapatkan dirinya di istana paling megah yang dulu dilihatnya seumur hidup.

Dia menghendaki untuk bicara bersama dengan saudara perempuannya yang ternyata jadi seorang Ratu.

Tetapi ratu istana menjawab bahwa dia tidak miliki saudara laki-laki dan tidak idamkan diganggu bersama dengan orang asing itu.

Butuh usaha keras bagi pemuda itu untuk memperoleh izin berasal dari sang Ratu untuk menceritakan kisahnya.

Ketika sang Ratu mendengarkan kisahnya, barulah dia mengerti bahwa pria dihadapannya adalah terlampau adik laki-lakinya.

Dia bertanya bagaimana dia mampu mendapatkan rumahnya, dan bagaimana dia mampu melalui semak belukar yang mengelilingi istananya.

Pria muda itu bercerita tentang sepatu bot ajaibnya.

Sore harinya sang ratu tiba-tiba ketakutan.

Si adik bertanya apa masalahnya. “O sayang! O sayang! Apa yang harus kita lakukan! Apa yang harus kita lakukan!” ratu terisak. “Suamiku adalah Raja Ikan. Ketika dia pulang untuk makan malam nanti dia bakal terlampau marah mendapatkan manusia di istananya. “

Pria muda itu bercerita tentang topi ajaibnya dan menenangkan ketakutan kakaknya.

Segera Raja Ikan tiba, ditemani oleh semua penasehatnya.

Dia singgah ke istana denga nagak marah gara-gara mencium bau manusia, dan bicara bersama dengan suara yang keras dan buas, “Aku mencium bau darah manusia, ini. Aku mencium bau darah manusia, ini. “

Ratu membujuk sang Raja sehingga mandi. Setelah mandi dia nampak dalam wujud pria tampan.

Dia sesudah itu menyantap makan malamnya, dan kala dia nyaris selesai makan, istrinya bicara kepadanya, “Jika anda memandang adikku di sini, apa yang bakal anda melakukan padanya?”

“Aku bakal berbaik hati padanya, tentu saja, mirip layaknya saya padamu,” jawab Raja Ikan. “Jika dia ada di sini, biarkan dia muncul.”

Pemuda itu sesudah itu melewatkan topi ajaib yang digunakannya untuk menyembunyikan dirinya.

Raja memperlakukannya bersama dengan terlampau baik dan sopan.

Dia mengundangnya untuk tinggal di istana.

Pemuda itu menampik undangan tersebut, mengatakan bahwa dia miliki dua saudara perempuan lain untuk dikunjungi.

Dan dia segera pamit untuk pergi, dan kala dia pergi, saudara iparnya memberinya jangkar dan berkata: “Jika Anda dulu dalam bahaya apa pun yang mampu saya bantu, ambil jangkar ini dan katakan, ‘Tolong saya, Raja Ikan. Maka saya bakal dating untuk menolongmu”

Pria muda itu memasukkan jangkar ke dalam tasnya.

Kemudian dia mengeluarkan sepatu bot ajaibnya dan berkata, “Sepatu boot, letakkan saya di tempat tinggal saudara perempuan ke-2 saya.”

Dia mendapatkan saudara perempuan keduanya, ratu istana yang bahkan lebih indah daripada saudara perempuan tertuanya.

Suaminya adalah Raja Domba dan memperlakukan saudara ratunya yang baru ditemukan bersama dengan penuh kasih sayang.

Ketika pemuda itu selesai singgah ke sana, Raja Domba memberinya sepotong wol sambil berkata, “Jika Kamu dalam bahaya apa pun di mana saya mampu membantu. Maka tarilah wol ini dan menghendaki pertolongan Raja Domba.”

Dengan pertolongan sepatu bot ajaibnya, pemuda itu pergi mendatangi tempat tinggal adik bungsunya.

Dia menemukannya di istana paling megah berasal dari semuanya.

Suaminya adalah Raja Merpati.

Ketika pemuda itu pergi, dia memberinya bulu. Sama layaknya Kakak iparnya yang lain, Raja merpati bakal dating membantunya kalau dia dalam kesulitan.

Ketiga saudara ipar pemuda itu mengagumi kekuatan sepatu bot ajaibnya dan mereka semua udah menasihatinya untuk mendatangi tanah Raja Raksasa bersama dengan menggunakan itu.

Setelah meninggalkan ketiga saudara perempuannya yang penuh kebahagiaan di istananya masing-masing, dia merasa bebas untuk bertindak berdasarkan nasihat ini, jadi melalui sepatu bot ajaibnya dia ulang mendapatkan dirinya di negara baru.

Dia segera mendengar di jalan bahwa Raja Negeri Raksasa miliki seorang putri yang cantik cantik.

Puteri itu tidak berbentuk Raksasa melainkan manusia.

Sang Raja Raksasa idamkan menikahkan puterinya.

Sang Puteri adalah kecantikan yang tenar sehingga tidak ada yang mampu melalui di depan istananya tanpa menatap ke atas bersama dengan harapan memandang wajah cantiknya di jendela.

Putri raksasa itu udah suntuk jadi objek perhatian semua orang, dan dia udah bersumpah bahwa dia tidak bakal menikahi siapa pun kalau seorang pria yang mampu melalui di hadapannya tanpa mengangkat matanya.

Pemuda itu jadi tertarik kala dia mendengar ini dan segera melalui istana bersama dengan mata tertuju pada tanah.

Dia tidak melirik ke atas ke arah jendela area putri raksasa cantik itu mengawasinya.

Sang putri diliputi keceriaan sementara memandang orang asing tampan yang nampak seolah-olah menanggapi sumpahnya.

Raja segera memanggilnya ke istana dan memerintahkan sehingga pernikahan itu segera dirayakan.

Setelah pernikahan, sang putri raksasa segera mengerti bahwa suaminya miliki barang ajaib di tasnya.

Dia bertanya apa kehebatan barang-barang itu.

Dan dia terlampau tertarik bersama dengan kuncinya.

Dia bicara bahwa ada sebuah ruangan di istana yang tidak dulu dibuka.

Di ruangan ini ada monster buas yang tetap hidup ulang tiap tiap kali dibunuh.

Tuan putri raksasa tetap idamkan memandang monster itu bersama dengan matanya sendiri, dan dia menganjurkan sehingga mereka menggunakan kunci untuk membuka pintu kamar terlarang dan mengintip monster itu.

Namun, suaminya melarangnya untuk melakukan ini.

Sang Puteripun mengikuti nasihat berasal dari suaminya, tapi suatu hari kala sang suami pergi berburu bersama dengan raja, sang putri terlampau gembira mendapatkan bahwa kunci ajaib udah tertinggal.

Dia segera mengambilnya dan membuka pintu terlarang.

Si Monster melompat keluar, berteriak padanya, “Kaulah yang saya cari,” sementara dia menangkapnya bersama dengan cakar tajamnya.

Ketika suami dan ayahnya ulang berasal dari perjalanan berburu mereka, mereka terlampau risau mengerti bahwa sang putri udah menghilang.

Tidak ada yang mengerti di mana dia.

Setelah mencari-cari di istana dan taman bersama dengan sia-sia, mereka pergi ke area di mana monster itu di tahan.

Pangeran mengetahui kunci ajaibnya di pintu, tapi ruangan itu kosong.

Monster buas itu udah melarikan diri bersama dengan putri raksasa.

Sekali ulang pemuda itu menggunakan sepatu bot ajaibnya dan segera berada di samping sang putri.

Monster buas itu menyembunyikannya di sebuah gua di pinggir laut dan pergi melacak makanan.

Putri raksasa terlampau puas mendapatkan suaminya dan idamkan segera pergi berasal dari gua bersamanya.

“Jika kita tidak mengerti rahasia kehidupan abadi monster ini, dia bakal ulang mengganggu kehidupan kita dan kerajaan.” Ucap sang suami.”Mungkin kala dia ulang ke gua, Kamu mampu menggali rahasia hidupnya yang tidak mampu mati. “

Sang putri menanti kembalinya monster itu. Kemudian dia memintanya untuk menceritakan rahasia hidupnya yang abadi.

Monster itu terlampau tersanjung gara-gara putri raksasa itu begitu tertarik padanya, dan dia segera memberitahunya. Inilah yang dia katakan: “Hidupku ada di laut. Di laut ada peti. Di peti itu ada batu. Di batu itu ada seekor merpati. Di merpati ada telur. Di dalam telur itu ada lilin. Pada sementara lilin itu padam, saya bakal mati. “

Selama ini sang pangeran tetap di sana, bersembunyi menggunakan topi ajaibnya. Dia mendengar tiap tiap kata yang dikatakan monster itu.

Segera setelah binatang itu tertidur pangeran itu berdiri di pinggir pantai dan berkata: “Tolong aku, ya Raja Ikan,” sementara dia mengeluarkan jangkar yang diberikan kakak iparnya.

Segera nampak banyak sekali ikan yang bertanya apa yang dia idamkan mereka lakukan.

Dia menghendaki mereka untuk mengambil alih peti itu berasal dari kedalaman laut. Mereka menjawab bahwa mereka belum dulu memandang peti layaknya itu, tapi mungkin ikan pedang bakal mengetahuinya.

Mereka buru-buru memanggil ikan pedang dan dia segera datang. Dia bicara bahwa dia udah memandang peti itu hanya beberapa sementara sebelumnya.

Semua ikan pergi bersamanya untuk mengambilnya, dan mereka segera mengeluarkan peti itu berasal dari laut. Pangeran membuka peti itu bersama dengan ringan bersama dengan pertolongan kunci ajaibnya, dan di dalamnya dia mendapatkan sebuah batu.

Kemudian pangeran menarik sepotong wol yang diberikan oleh saudara iparnya yang ke-2 dan berkata, “Tolong aku, ya Raja Domba.”

Segera nampak sekelompok besar domba jantan, berlari ke pantai berasal dari segala arah. Mereka menyerang batu itu, memberi tambahan pukulan hebat bersama dengan kepala dan tanduk yang keras.

Segera mereka memecahkan batu itu, dan berasal dari situ terbang seekor merpati.

Binatang itu sekarang terbangun berasal dari tidurnya dan mengerti bahwa dia sakit parah. Dia ingat semua yang dia katakan kepada putri dan menuduhnya udah memicu rancangan untuk melawan hidupnya.

Dia mengambil alih kapak besarnya untuk membunuh sang putri.

Sementara itu, sang pangeran udah mencabut bulu yang diberikan oleh saudara iparnya yang ketiga dan berteriak, “Tolong aku, ya Raja Merpati.”

Segera sekawanan besar merpati nampak menyerang merpati yang nampak berasal dari atu dan mencabik-cabiknya.

Tepat sementara Monster buas itu menangkap sang putri dan hendak membunuhnya, pangeran mengambil alih telur berasal dari dalam merpati yang terbunuh. Dia segera memecahkan telur dan meniup lilinnya. Pada sementara itu, Monster itu mati, dan sang putri lolos tanpa terluka.

Pangeran mempunyai pulang putri raksasa ke kerajaan ayahnya dan raja mengadakan pesta besar yang berlangsung berhari-hari. Ada keceriaan di semua kerajaan gara-gara kematian monster buas dan gara-gara keselamatan putri cantik itu.

Pangeran dipuji di semua kerajaan dan ada obrolan tentang dia bahkan sampai hari ini.