Dongeng Putri Tikus

Dongeng Putri Tikus

February 24, 2021 0 By sendaru12

Dongeng Putri Tikus – Raja Oranye sangat senang karena Ratu Quinning melahirkan seorang bayi perempuan. Bayi itu adalah putri ketiga mereka. Sang ratu mengenakan kemeja merah yang dia rajut sendiri. Sang ratu kemudian menamai putri merahnya.

Dongeng Putri Tikus

dongeng-putri-tikus

nishimura-seitai – Raja Jingjia mengadakan pertemuan besar untuk merayakan ulang tahun putri ketiganya. Sang ratu mengenakan gaun merah baru untuk Putri Mela. Semua tamu pesta datang dengan membawa hadiah. Semua orang bahagia. Kecuali penyihir hitam dan saudara perempuannya yang tidak diundang oleh raja.

Adik perempuan penyihir hitam itu dijuluki Palai. Wajahnya kurus dan pucat. Dia hampir tidak pernah tertawa seumur hidupnya

Penyihir hitam itu marah karena dia dan saudara perempuannya merasa dilupakan. Kemudian dia mengubah “Putri Merah” menjadi seekor tikus.

Penyijir Hitam berkata: “Jika adikku Pale bisa tertawa, putri merah itu akan menjadi manusia kembali.”

Raja Jingga dan Ratu Kuning terlalu sedih dan panik. Mereka mengumpulkan semua badut dan pelawak di negeri itu. Mereka disuruh melucu di depan si Pucat. Namun sayangnya, adik Penyihir Hitam itu tetap tidak sanggup tertawa. Bahkan tersenyum pun tidak.

Raja Jingga tidak memiliki langkah lain untuk menjaga putri bungsunya. Ia lalu memerintahkan para prajurid untuk menangkap semua kucing di kerajaan itu. Lalu melepas kucing-kucing itu ke lokasi lain di luar kerajaan. Raja Jingga khawatir terkecuali Putri Merah di serang oleh kucing.

Tahun demi th. berlalu. Putri Merah tumbuh dewasa tapi dalam bentuk tikus.

Pada suatu hari, Raja Jingga mengadakan pesta kembali th. Ratu Kuning. Kedua kakak Putri Merah memakai gaun mereka yang terindah ke pesta itu. Pangeran Aldo dari kerajaan tetangga, juga datang ke pesta itu.

Putri Merah biasanya tidak sudi datang ke pesta. Namun hari itu, ia mendambakan menyaksikan Pangeran Aldo yang populer tampan dan gagah. Maka ia pun memakai gaun merahnya dan naik ke punggung seekor ayam jantan sahabatnya. Putri Merah mengikat sehelai pita merah di leher ayam itu sebagai tali kekang. Ia lalu pergi ke pesta kembali th. ibunya.

Kali ini, Raja Jingga tidak lupa mengakibatkan Penyihir Hitam dan adiknya, si Pucat. Ketika bakal menyita makanan pesta, si Pucat menyaksikan Putri Merah masuk ke ruangan pesta. Si Pucat terdiam sejenak. Tiba-tiba ia jadi geli. Betapa lucunya menyaksikan seekor tikus bergaun putri menunggangi ayam jantan, dengan tali kekang dari pita.

“Ha ha ha…”

Si Pucat tertawa terbahak-bahak. Wajahnya yang pucat beralih kemerahan cerah. Ia tertawa hingga tak sanggup berhenti. Ia konsisten tertawa hingga terguling-guling di lantai.

Di pas yang sama, bentuk Putri Merah pun kembali layaknya semula. Ia ternyata sudah tumbuh jadi putri yang terlalu cantik jelita. Betapa bahagianya Raja Jingga, Ratu Kuning, dan ke dua kakak Putri Merah. Putri Merah pun terlalu bahagia, gara-gara ia sanggup berkenalan dengan Pangeran Aldo.