Cerita Rakyat Kisah Penyumpit dan Putri Malam

Cerita Rakyat Kisah Penyumpit dan Putri Malam

January 23, 2021 0 By sendaru12

Cerita Rakyat Kisah Penyumpit dan Putri Malam – Pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda sebatang kara. Ia bernama Penyumpit. la tinggal di sebuah rumah kecil peninggalan orang tuanya. Saat masih hidup, bapak Penyumpit kerap berutang kepada seorang kepala desa Pak Raje. Pak Raje adalah orang yang kaya raya, tapi pelit dan licik. Utang bapak Penyumpit tidak pernah lunas karena Pak Raje selamanya melipat gandakannya. Walau ke dua orang tua Penyumpit telah tiada. Namun, Utang-utang ayahnya oleh Pak Raje tidak dianggap lunas. Penyumpit wajib mmebayar utang ayahnya bersama dengan cara menjaga sawah punya Pak Raje yang padinya telah merasa menguning. Penyumpit wajib menjaganya siang dan malam.

Cerita Rakyat Kisah Penyumpit dan Putri Malam

cerita-rakyat-kisah-penyumpit-dan-putri-malam

nishimura-seitai.com – Hai Penyumpit, berhati-hati menjaga sawahku. Kalau hingga sawahku rusak, saya dapat mendendamu. Kamu wajib membayar seluruh rusaknya itu,” demikian pesan Pak Raje sebelum saat Penyumpit berangkat ke sawah. Padahal, Pak Raje tahu, mungkin besar sawahnya bisa rusak karena dimasuki babi-babi hutan.

Jika tugas yang satu telah selesai Pak Raje dapat memberinya tugas yang baru. Sekarang tugas Penyumpit lumayan berat, jika siang ia wajib menuai padi yang siap panen. Jika malam ia wajib menjaga sawah agar tidak dirusak babi hutan.

Seminggu telah Penyumpit jalankan tugasnya bersama dengan baik Pada hari kedelapan saat tengah asyik duduk di dangau mengawas, sawah Pak Raje, nampak sesosok babi hutan memasuki wilayah persawahan Pak Raje.

Dengan trampil Penyumpit melemparkan tombak yang ia bawa ke arah babi hutan.

Dari kejauhan terdengar pekik kesakitan babi hutan. Ternyata, mata tombak Penyumpit perihal kaki babi hutan. Penyumpit cepat berlari ke arah babi hutan yang terluka. Namun, babi hutan tersebut telah hilang lenyap. Hanya tersedia tetesan darah dari tubuh babi hutan itu yang berceceran di sepanjangjalan.

Penyumpit ikuti jejak tetesan darah itu hingga ke didalam hutan. Ia menghendaki me ngetahui letak persernbunyian para babi hutan. Makin lama tambah didalam ia masuk ke hutan, hingga suatu saat Penyumpit dikagetkan oleh berubahnya babi yang ia Iukai menjadi seorang putri cantik. Ia pun terdiam lebih dari satu saat seolah tak percaya bersama dengan apa yang dilihatnya.

“Wahai putri yang cantik, kaukah babi yang terluka tadi?” bertanya Penyumpit.

“Benar …… Akulah yang tadi menjelma menjadi seekor babi. Namaku Putri Malam, ucap gadis cantik itu sambil merintih kesakitan.

“Maafkan saya Putri. Aku telah melukaimu. Mari saya bantu mengobati luka di kakimu,” ucap Penyumpit menawarkan diri untuk membantu.

Secara hati-hati dan perlahan Penyumpit bersihkan luka dan menghentikan darah yang mengalir di kaki Putri Malam. Ia manfaatkan tumbuhan lebih kurang yang berkhasiat obat untuk mengobati luka sang putri Keesokan harinya, Putri Malam telah bisa berjalan kembali. Sebagai isyarat terima kasih ia memberikan lebih dari satu bungkusan yang berisi kunyit, buah nyatoh, daun simpur, dan buah jering kepada Penyumpit.

“Ingat ya ! Kamu baru boleh terhubung bungkusan ini setelah tiba di rumah,” pesan sang putri.

Penyumpit selanjutnya kembali ke rumah dan mematuhi pesan Putri Malam. Setibanya di rumah, ia langsung terhubung bungkusan tadi. Betapa terkejutnya ia, ternyata bungkusan yang berisi rempah-rempah itu beralih menjadi emas, berlian, permata, dan intan.

Si Penyumpit kini menjadi orang yang kaya raya.

Kemudian, ia pergi ke rumah Pak Raje untuk membayar seluruh utang-utang almarhum ayahnya. Selain itu, ia termasuk terbebas dari tindakan sewenang-wenang Pak Raje yang mempekerjannya siang dan malam.

Pak Raje tak habis pikir lihat Penyumpit bisa melunasi utang-utang almarhum ayahnya yang berjumlah besar. “Dari mana kamu mendapatkan duwit sebanyak ini? Jangan-jangan kamu telah mencuri ya. Aku tidak sudi terima harta haram” ucap Pak Raje.

Maaf Tuan, saya tidak pernah mencuri dari siapa pun. Ini saya dapatkan bersama dengan halal

Ada seorang putri cantik yang baik hati memberikan Ini seluruh kepada saya.” Penyumpit menjelaskan.

“Putri…? Siapa siapa?” bertanya Pak Raje penasaran.

Penyumpit menjelaskan momen malam itu. Ia menjelaskan seluruhnya kepada Pak Raje hingga dia mendapatkan bungkusan dari putri Malam yang isinya telah beralih menjadi barang-barang berharga. Rupanya Pak Raje tertarik untuk mendapatkan harta bersama dengan cara yang mudah.

Diam-diam Pak Raje menghendaki mencontoh apa yang pernah ditunaikan Penyumpit. Ia menghendaki menjaga sawahnya dan kemudian menombak babi hutan yang masuk ke sawahnya. Pak Raje ikuti babi yang terluka dan masuk ke didalam hutan. Di didalam hutan ia mengobati babi hutan yang terluka. Sesudah itu hehehhe…dia dapat mendapat harta berlimpah.

Malam itu, Pak Raje jalankan keinginannya. Ia menjaga sawahnya. Tapi karena tidak miliki kebiasaan berjaga malam, Ia pun mengantuk dan tertidur pulas. Pada saat ia tertidur puluhan babi hutan bertubuh besar menyerangnya bertubi-tubi. Ada yang menyeruduk tersedia yang menginjakinjak tubu Pak Raje. Pak Raje mati mengenaskan bersama dengan tubuh sobeksobek di sana-sini.

Esok harinya berita kematian Pak Raje tersebar ke seluruh kampung. Putri tertua Pak Raje menyampaikan kejadian itu pada Penyumpit. Penyumpit terkejut mendengar Pak Raje mati karena ikuti jejaknya menombak babi hutan. Penyumpit pun mampir ke rumah Pak Raje. Di sana, ja melihattubuh Pak Raje yang telah tidak utuh lagi.

Meskipun Pak Raje selamanya berbuat jahat pada Penyumpit, Penyumpit tak pernah dendam. Dengan tekad baik Penyumpit mengusahakan menolong Pak Raje bersama dengan mengucapkan doa dan mantra khusus untuk memohon kehidupan kembali Pak Raje kepada para Dewa.

Ajaib ! Doa Penyumpit selanjutnya dikabulkan . Tubuh Pak Raje menyatu bersama dengan sendirinya. Luka-luka Pak Raje pun sembuh dan ia hidup kembali. Pak Raje merasa malu kepada Penyumpit karena ia selamanya berbuatjahat.

“Hai Penyumpit yang baik budi , maafkan atas segala kesalahanku. Aku telah berbuat salah kepadamu dan keluargamu. Sebagai rasa terima kasihku kepadamu, kamu kunikahkan bersama dengan anakku,” ucap Pak Raje Dada Penyumpit.

Beberapa hari kemudian, Penyumpit menikah bersama dengan anak Derempuan Pak Raje. Sekarang Penyumpit menjadi orang kaya raya. la hidup bahagia bersama dengan istrinya. Pak Raje pun menjadi orang yang baik hati dan tidak sombong. Ketika usianya tambah lanjut Pak Raje menghendaki si Penyumpit menjabat sebagai kepala desa menukar kedudukannya.